Sabtu, 26 April 2014
Pukul 00.00 tengah malam
Namaku Joushua. Malam itu adalah malam akhir pekan, biasanya aku tidak pernah bisa tidur padahal besok aku akan ikut bimbel disekolah. Jam menunjukkan pukul 2 dan suara suara binatang malam dan makhluk malam bergelegar seolah ingin diperhatikan. karena tidak bisa tidur akupun mengambil remot yang dipegang ayahku yang sedang tertidur pulas dan mengganti channel. tadinya niat ku ingin mencari film komedi dan tak sadar aku menyetel sebuah film horor tentang pembunuhan berantai, detik demi detik aku terus menlihat berbagai pembunuhan yang dilakukan oleh tokoh utama dalam film itu sampai tak sadar hari pun semakin pagi. Walaupun ada sesuatu yang janggal dibenakku, pada saat melihat jam aku terkejut, kenapa masih pukul 00.00 bukannya pukul 04.00. aku pun berlari keatas menuju kamarku, dan sebelum masuk kamar aku terkejut melihat banyak sekali darah berceceran dilantai,aku pun langsung berlari kearah kamar adikku dan ku melihat ada sesuatu digantung diatas dan saat aku menyalakan lampu. aku kaget karena yang digantung itu adalah mayat adikku dan dibawahnya ada seseorang yang sedang duduk. Ku hampiri dan ketika ku melihat ada yang sangat familiar dimataku yaitu pisau belati yang sedang digenggamnya persis sekali dengan tokoh utama dalam film yang barusan ku tonton. sontak aku langsung berlari dan sipembunuh berantai mengejar ku, lalu aku pergi ke dapur dan segera mengambil 2 pisau yang tertancap disela lemari. serangan demi serangan dilancarkan dan diantara kami berdua pun punyal luka sabetan pisau. sambil terus menyerang akupun mengingat-ingat apa yang bisa membunuhnya, lalu akupun tersadar segera aku mencari kayu ditaman rumahku, dan melemparkan pisau yang dikanan kiri ku ke dadanya. Tetapi meleset, karena memang aku tak bernian melemparnya untuk membunuh pembunuh berantai itu, karena aku hanya menggunakannya sebagai pengalih perhatian, setelah balok kayu itu aku ambil. Akupun langsung mengayunkannya kearah pembunuh berantai itu yang baru kuingat namanya siska, yaitu seorang pendendam karena kedua orangtuanya dihabisi perambpok saat masih kecil. hhyyuungg .... balok kayu itupun langsung mengenai kepalanya dan langsung hancur seketika. dan ku melihat waktu sudah berjala lagi lalu aku mengecek adikku, dan ternyata itu hanya sebuah ilusi. dan adikku baik baik saja lalu akupun pergi tidur karena aku mau bimbel besok pagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar