"aw...."Teriak aku, begitu tersadar sudah terjatuh dari kasur. Akupun kembali mengingat mimpiku semalam, mimpi yang mengerikan. Bila ku ingat-ingat kembali, mungkin itu adalah mimpi yang paling mengerikan yang pernah kudapati.
(Di dalam mimpi)
"ah.. benda apa itu" terkejut aku ketka melihat sebuah kayu oak berbentuk aneh. "mungkin itu sebuah tongkat" balas temanku, "ini bukan benda biasa, kau harus hati-hati mungkin itu benda yang ada hubungannya dengan kuil kuno itu" jawab aku. "hahaha... kau masih saja percaya dengan takhayul kawan, ini jaman modern bro, yang namanya kutukan sudah tidak ada lagi di jaman ini" balas temanku. Namaku adalah bobby memang aku pernah berfikir ingin menjadi seorang penjelajah tapi tak disangka kalau akan terjadi didalam mimpiku ini, dan temanku ini namanya adalah jack, kami berdua tersesat dihutan ini sudah berhari-hari dan akhirnya menemukan sebuah kuil aneh dan tak pernah di cantumkan dalam sejarah. Walaupun hanya didalam mimpi rasanya seperti kenyataan, dan anehnya aku yang tidak pernah mengerti huruf huruf kuno tiba-tiba bisa membaca tulisan yang terukir didalam tongkat aneh yang kami berdua temukan, didalam tongkat itu tertulis sebuah kata-kata yang aku percayai sebuah kutukan, karena tulisannya itu berkata" Menjauhlah kalian dari kuil itu jika tidak kalian, keluarga kalian dan keturunan kalian akan menerima penyakit kutukan yang tak akan pernah bisa dicabut kecuali kalian mengembalikan tongkat ini ke kuil Panzoma". Ketika aku membaca tulisan didalam tongkat temanku seraya menyimak dan mempelajari kata-kata didalam tongkat itu dan tiba-tiba dia berkata"Baiklah, lebih baik kita segera mencari kuil panzoma", aku pun menentangnya "jangan lebih baik kita mencari petunjuk terlebih dahulu, karena kita tidak akan tau apa yang akan kita temui dikuil itu" , temanku membalas "Baiklah, tetepi kita harus segera kekuil minimal keteras kuil dan membangun tenda disanabila tidak cepat kita bisa diserang binatang buas". Ketika kami sedang menuju kuil tak terduga kami diserang oleh sekelompok suku pedalaman, "Siapa kalian?" aku bertanya, "Kami adaalah suku pedalaman asli hutan ini, kami adalah suku panzoma" jawab salah satu diantara mereka yang kuyakini pasti pimpinan mereka, "Mengapa kalian menyerang kami?"tanya aku, "Kami mencurigai gerak gerik kalian yang mencurigakan, karena kalian memegang benda keramat suku kami yang telah lama hilang" jawab pimpinan mereka, "Tongkat ini yang kalian cari?Kami menemukannya tertancap didalam sebuah pohon"jawab aku reflek, "Jika kalian berbohong kami akan mengeksekusi kalian, aku akan mengantar kalian ke raja" jawab pimpinan pasukan mereka, ketika kami sudah sampai perkemahan meraka, aku melihat seorang pria berbadan tegak yang sedang duduk disebuah batang kayu pohon besar,"Siapa mereka yang kau bawa, jean?" tanya raja, "Aku baru saja membawa seorang penyusup yang sedang menyusup hutan kita dan telah mencuri benda keramat kuil panzoma yang mulia" jawab jean(pimpinan pasukan). "kami kemari tidak berniat jahat, hanya saja....."jawab aku dan tiba-tiba dipotong oleh jean, "hanya saja ingin mengambil tongkat pusaka bukan" Bentak jean, "Tidak kami malah ingin mengembalikan tongkat ini kekuil" jawab aku segera, "Oh ini adalah tongkat sihir turun temurun kami yang sudah lama hilang, dimana kalian menemukannya?" tanya sang raja, "temanku yang menemukannya didalam sebuah pohon tua yang mulia"jawab aku, "Apakah kalian ingin mengembalikan tongkat itu kedalam kuil disana? jika iya aku sangat berterima kasih dan aku juga ingin memberitahu, didalam kuil itu banyak sekali jebakan jika kalian salah langkah maka kalian akan tenggelam kedasar bumi dan mati" jawab sang raja, "bagaimanapun kami tidak ingin kutukan itu aktif yang mulia" jawab temanku ini yang dari tadi hanya diam dan tiba-tiba dia berbiacara,"Bailklah mari ikut aku kekuil, kami akan membuka jebakan di teras kuil" jawab raja.
Ketika sampai didepan kuil, "cepat lepas kutukannya diteras ini"Perintah raja, Tiba-tiba keluar banyak ular dan kalajengking keluar dari sebuah lubang. "Untung saja kita tidak langsung pergi keteras kuil, kalau tidak jadi apa kita nanti"bisik temanku, "Untungnya tuhan masih sayang dengan kita, bila tidak kita sudah jadi santapan ular berbisa itu"jawab aku. "Ini aku berikan peta jalur keruang penyimpanan tongkat sihir itu jangan sampai salah ambil jalan disana terdapat banyak jebakan berbahaya"berkata sang raja tersebut, "Terima kasih yang mulia" balas aku. Kami memasuki hutan dan mengikuti jalan yang sesuai dengan dipeta dan akhirnya kami sampai di sebuah ruangan penuh dengan emas dan disana ada sebuah tempat khusus yang sesuai dengan tongkat itu, ketika aku sudah mengembalikan tongkat itu ketempatnya tiba-tiba terdengar suara "terima kasih telah mengembalikan tongkat ini, sekarang pergilah jangan bawa apa-apa dari sini atau kalian akan tetelan kedalam perut bumi"perintah suara misterius itu, tetepi temanku malah mengambil beberapa emas didalam kuil itu dan penghuni kuil itu murka dan kami terjatuh kesebuah lubang besar yang dibawahnya terlihat seperti neraka, banyak sekali api bergejolak yang siap menghanguskan kami. "Kenapa kalian tidak mendengar perintahku, Rasakan!!!" teriak suara itu,
"aaaaaaaaaaaa... Ternyata aku hanya bermimpi dan terjatuh dari kasur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar