Sabtu, 07 Juni 2014

Mimpi : Accident

        Ku lihat disekelilingku, ku dapati sebuah selang infus terpasang di lengan sebelah kiri ku. Aku pun tak ingat apa yang telah terjadi, lalu kulihat ada seseorang yang kukenal terbaring di ruangan sebelah tempat tidurku. Aku pun begitu terpukul melihat dia, kekasihku masih tak sadarkan diri. Aku langsung mengingat kejadian yang terjadi sebelum aku dan pacarku terbaring di rumah sakit. 
         Sebut saja namaku zaki, seingatku sebelum aku terbaring di rumah sakit.  Aku dan pacarku (sebut saja Ira) sedang pergi ke suatu Mall yang cukup terkenal di jakarta. Malam kejadian itu pada saat malam minggu. Kami diserang segerombolan bandit yang ingin merampok dan membawa kabur mobilku. 
"Woy buka pintu mobilnya, kalau tidak gw pecahin kaca mobil lo sekalian sama kepala lo itu" Bentak Bandit pertama.
aku langsung segera keluar dari mobil dan berpesan kepada pacarku agar langsung mengunci pintu dan memanggil polisi
"ira sayang, kamu disini saja ya, biar aku saja yang melawan bandit brengsek ini" Aku berkata, "tapi mas kalau kamu kenapa-napa gimana, aku takut, aku ga mau kehilangan kamu zaki" balas ira, "tenang saja ra kalau aku kenapa-napa kamu langsung telfon polisi dan kunci pintu mobil" berkata aku dengan penuh keyakinan, "baiklah kamu hati-hati ya aa" jawab ira.
aku pun langsung keluar dari mobil dan membawa katana ku. langsung saja aku bergerak dengan brutal mengayunkan katanaku.

"sial bos ni anak udah gila maenin pedangnya" berkata bandit pertama, "tenang aje tu anak ga bisa berantem kita keroyok aje, kita bunuh, ambil uang, mobil, dan kita perkosa saja pacarnya, lagian ga jelek jelek amat pacanya" berkata si bos bandit.
"apa lo bilang mau nyoba ngebunuh gw lo, ayo sini lo semua maju, ngeroyok juga ga apa -apa" tantang aku, "Lo banyak gaya tong, beneran kita bunuh lo trus gw ambil harta lo" teriak bandit 2.
"ayo sini maju gw ga takut" tantang aku. 

tiba-tiba dari belakang sebuah balok kayu besar nyaris menghantam leherku, tetapi karena aku sudah reflek dalam seni bela diri kayu itupu terpotong menjadi 2 dan memotong jari-jari si bandit yang memegang balok kayu dan dia pun berteriak"Ttttttiiiiiiiiddddaaaakkkk...... jariku kepotong".
"masih mau lanjut, sebenarnya gw ngincer kepala lo, tapi meleset" ledek aku percaya diri, "jangan ngeremih gw lo tong cewek lo bisa kita-kita jadiin mainan juga nih" pancing bos bandit. 

sementara didalam mobil pacarku langsung menghubungi polisi.
"Halo pak, Tolong saya, saya dan teman saya dirampok oleh sekelompok bandit". "Lokasinya dimana de?", "di jalan teratai putih dekat kuburan pak", "Baiklah de kami akan segera kesana".

Melihat pacarku menelpon, seketika bos bandit itupun langsung membobol keamanan mobilku, aku pun dengan segera ingin menolong kekasihku, tetapi sayang sebuah balok besar mengenai punggungku akupun langsung tak sadarkan diri. pacarku pun langsung ketakutan dan bos bandit berhasil merusak kaca mobilku dan menyeret pacarku keluar. aku tak kuasa melihat pacarku dipukuli oleh para bandit hingga hampir mau ditelanjangi, aku pun tak berdaya dan tidak bisa bergerak.
tetapi kemudian untungnya sebelum hal yang tak kuinginkan terjadi, polisi pun langsung mengepung para bandit dan langsung menangkap semuanya. aku pun lega lalu kami pun ditolong dan langsung dibawa keruma sakit.

Sesaat kemudian pacarku sudah sadar, dan aku pun dengan penuh penyesalan meminta maaf kepadanya.
"ra aku minta maaf karena aku udah jadi orang yang ga guna, ga bisa ngelindungin kamu". "gak apa-apa ki, aku ga diapa-apain kok, kan pas aku mau diperkosa polisi langsung datang, jadi kamu tenang aja ya". "apa kamu terluka ra?", "gak kok ki aku gak apa-apa harusnya kamu pikirin punggung kamu yang kena balok tadi ki", "gak ra, rasa sakit ini ga sebanding dengan jika aku gagal menjaga kamu,"

dengan tersipu malu pun ira berkata "kamu janji ya ngejagain aku", "ya ra, aku janji ga bakal bikin kamu terluka lebih dari ini" jawab aku,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar