Siang ini ku duduk di teras surau, kupandangi sekelilingku hanya ada lalu lalang orang-orang sehabis solat. Angin menerpa kencang. Mensejukkan diri, menenangkan diri, menghilangkan jenuh sesaat. Tetapi angin juga membawa hal yang buruk seperti bencana dan menambah musuh. Tetapi lini yang kualami berbeda, karena bidadari cantikku dengan langkah lucunya yang khas berjalan ke arahku tetapi hanya melewatiku karena ia punya urusan dengan guru yang ada dibelakangku. Ku dengarkan tiap kata yang terucap, ingin sekali aku mengucapkan kata yang indah. Tetapi yang bisa terucap hanya kata-kata yang dapat membuat dia marah padaku bila dia tak paham dengan maksud kata-kata ku.
Aku hanya termenung diterpa angin, tak ada yang dapat kulakukan. Semua jadi serba salah, hingga yang kini bisa kulakukan hanya diam dan dengarkan. Ingin sekali kujaga ia selalu hingga waktunya tiba dia menjadi utuh milikku. Takkan rela bila sampai kulihat ada yang menyentuhnya dengan tangan kotor. Tetapi selain dia, ada satu perempuan yang membuatku tertarik sejak kami kelas X SMA di sekolah X di Jakarta. Ia mungkin terlihat tomboy tetapi dibalik itu ia punya sesuatu yang special dan tak dimiliki orang lain, Yaitu Aura Supranatural Biru Muda yang sangat terkenal jarang ada yang memilikinya. Tetapi hubungan kami hanya sebatas kawan saja, karena yang ingin aku miliki adalah AS saja dan tidak ada lagi.
Ibarat keseimbangan, dia adalah yang-ku dan diriku adalah yin. Selain itu daipuny memiliki sesuatu yang tak dimiliki orang lain yaitu ketulusan. Karena ia adalah separuh jiwaku yang berharga dan angin putih ku yang tak tergantikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar