Rabu, 24 September 2014

Hitam

   Banyak bualan yang mengatakan dunia memiliki keseimbangan. Menurutku, hal itu tidak akan pernah terjadi dimasa yang akan datang. Semisal, antara Yin dan Yang, Hitam dan Putih, Kegelapan dan Cahaya, Jahat dan Baik. Mungkin begitulah letak penyeimbang, tetapi semua itu bisa dihancurkan dengan mudah dalam satu hari. Jujur saja, aku sudah muak dengan dunia masa sekarang. Aku lebih senang dunia di masa lampau, disaat dulu pernah menstabilkan yang ada didunia.
    Kini, mungkin sebab terlahir nya diriku kembali ke muka bumi adalah menghancurkan semua keseimbangan dan mengubahnya hanya salah satu warna. Warna apakah yang sekiranya kupilih? Jelas aku tidak akan memilih warna terang menyilaukan, yang akan kupilih adalah warna kegelapan yang kuat. Dan akupun tidak akan mempedulikan siapa-siapa Di dunia ini.
    Dengan menjadi gelap, mungkin akan sangat menyenangkan. Dan akan kuhapus dari dunia ini, cinta dan kasih sayang. Dan ku warnai dengan warna merah terang diseluruh pelosok dunia. Dan untuk menghapus cinta, dibutuhkan pengorbanan yang sangat besar yaitu membunuh orang yang sangat kita cinta dan sayang. Untuk memperkuat warna kegelapan, akan ku tambah dengan menghapus keberadaan orang terdekatku. Dan mungkin saja, aku bisa menjadi monster tak berperasaan yang berwujud manusia. Mungkin saja dengan hitamku ini, aku bisa menjadikan membunuh sebagai hobiku.
    Mungkin saja ini adalah efek kepribadian ku yang telah meningkat ke level yang lebih tinggi. Sekarang pun di pikiranku sudah tidak ada lagi yang namanya rasa untuk melindungi seseorang. Dan rasanya ingin sekali ku menghancurkan seseorang. Terlalu gelap hingga ku tak bisa pergi dari sini dengan mudah. Cahaya ku hanya satu, Yaitu dia saja. Tetapi mengkinkah aku bisa mempercayakan cahaya kepadanya? mungkin tidak? mungkin iya. Karena salah satu penyebab ku begini adalah dia, dan sekarang pun aku mungkin tidak akan merasakan rasa kemanusiaan yang selalu dibanggakan orang-orang

Rabu, 10 September 2014

Puisi : Angin

Angin

Berhembus dengan lembut
Menyejukkan hati
Menghilangkan kerisauan
Menghilangkan jenuh

Berhembus di sekitar kota
Seperti memberitahukan sesuatu
Yang menyebabkan kerisauan hati
Yang menyebabkan jenuh

Angin membawa ketenangan
Tetapi kini angin telah hilang
Menggambarkan suasana hati ini
Menjelaskan kerinduan masa lalu
Yang kini hilang ditiup angin

Selasa, 09 September 2014

Angin

      Siang ini ku duduk di teras surau, kupandangi sekelilingku hanya ada lalu lalang orang-orang sehabis solat. Angin menerpa kencang. Mensejukkan diri, menenangkan diri, menghilangkan jenuh sesaat. Tetapi angin juga membawa hal yang buruk seperti bencana dan menambah musuh. Tetapi lini yang kualami berbeda, karena bidadari cantikku dengan langkah lucunya yang khas berjalan ke arahku tetapi hanya melewatiku karena ia punya urusan dengan guru yang ada dibelakangku. Ku dengarkan tiap kata yang terucap, ingin sekali aku mengucapkan kata yang indah. Tetapi yang bisa terucap hanya kata-kata yang dapat membuat dia marah padaku bila dia tak paham dengan maksud kata-kata ku.
       Aku hanya termenung diterpa angin, tak ada yang dapat kulakukan. Semua jadi serba salah, hingga yang kini bisa kulakukan hanya diam dan dengarkan. Ingin sekali kujaga ia selalu hingga waktunya tiba dia menjadi utuh milikku. Takkan rela bila sampai kulihat ada yang menyentuhnya dengan tangan kotor. Tetapi selain dia, ada satu perempuan yang membuatku tertarik sejak kami kelas X SMA di sekolah X di  Jakarta. Ia mungkin terlihat tomboy tetapi dibalik itu ia punya sesuatu yang special dan tak dimiliki orang lain, Yaitu Aura Supranatural Biru Muda yang sangat terkenal jarang ada yang memilikinya. Tetapi hubungan kami hanya sebatas kawan saja, karena yang ingin aku miliki adalah AS saja dan tidak ada lagi.
      Ibarat keseimbangan, dia adalah yang-ku dan diriku adalah yin. Selain itu daipuny memiliki sesuatu yang tak dimiliki orang lain yaitu ketulusan. Karena  ia adalah separuh jiwaku yang berharga dan angin putih ku yang tak tergantikan