Hujan deras
melanda kota jakarta, ku hanya bisa menatapnya dari jendela kaca mobil ini.
Terlintas digambaran benakku, sebuah kota entah dmn yang bermandikan hujan
darah usai perang antar suku di daerah tak dikenal.
Aku membayangkan
hal itu terjadi di kotaku, mungkin akan terjadi sebuah kekacauan dan tak
satupun orang bisa menghntikannya. Mungkin bayanganku tidak akan pernah
terjadi, karena kotaku sangat damai. Butuh sesuatu yang besar untuk menyulutkan
api perang dan kekacauan.
Mungkin
seharusnya aku tidak memikirkan hal-hal yang tidak-tidak, karena mungkin suatu
hari nanti hal ini terjadi dan tak ada yang tau kapan akan terjadi. Karena
manusia tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat. Karena kita masih
memiliki banyak kekurangan dan tak mungkin untuk mencapai tingkatan sempurna.
Mungkin itu yang akan menjadi alasan utama manusia untuk mencari kesempurnaan
diri lewat belajar hal yang dilarang.
Bak air hujan
yang akan berhenti pada waktunya. Manusia juga memiliki batasan dan waktu yang
tidak cukup untuk melakukan sesuatu yang bagus selama hidupnya. Mungkin bila
hujan bisa abadi, mungkin manusia juga akan abadi. Itupun tergantung
kehendak-Nya, bila Ia menghendakinya mungkin bumi akan penuh dengan air dan
manusia akan seperti perumpamaan sebut tenggelam didalam genangan air.
Bak air hujan.
Tak akan ada yang mengetahui kapan berhentinya dan kapan akan deras lagi.
Seperti halnya manusia yang tak akan tahu kapankah waktunya didunia habis dan
apakah esok masih bisa bernafas dan menghirup udara segar dan kebebasan.
Dan ada juga
manusia yang ingin membantah hal itu, dengan menciptakan sebuah film yang
mungkin sebagian kalian tahu. Film itu menggambarkan sebuah keinginan manusia
bahkan bisa dikatakan itu keinginan utama tetapi bila hal itu terjadi akan
banyak ketidak adilan antar manusia.
Karena manusia
akan berlomba-lomba mencari keabadian, dan mungkin itulah hayalan terbodoh
manusia. Yaitu, bisa melihat sisa umur mereka bak melihat waktu di jam tangan,
tetapi yang terlihat adalah hitungan mundur dan bila waktunya habis maka
matilah mereka bak serangan jantung.
Maka
beruntungnya kita yang hidup dengan peraturan pencipta yang maha adil dan kita
pun bisa mengikuti aturannya dan mengikuti alur yang telah ada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar